Penghujung Desember yang Basah



Waktu merayap diakhir Desember. Kita sibuk mengemasi kenangan, dan terburu-buru meringkas masa depan.

Desember yang kita rangkum dari berbagai perjalanan akan meninggalkan jejak yang menjadi rumah singgah bagi kenangan bermuara.
Beberapa dari kita senang hanya duduk di hadapan jendela. Sekadar mengamati bagaimana hujan menjatuhkan sesuatu yang basah. Menumpahkan segala kenang pada garis-garis waktu.
Beberapa dari kita yang lain gemar melingkari kalender, sekadar menakar bagaimana waktu berkurang. Sudah seberapa jauh melangkah, sudah seberapa dekat tujuan. Lalu kita berharap waktu adalah pita kaset yang dapat diputar maju atau mundur

Serang, 30 Desember 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Fajar, Embun dan Senja

Audiensi: Ada Apa dengan Akreditasi Akuntansi?

Pandemi, Organisasi Mahasiswa, dan "Jadwal Molor" Pemira Unsera