Mengubur impian
Pernah suatu hari, saya dengan sukarela membungkus rapi harapan saya. Dibungkus rapi, bersih, tidak ada cela. Saya bawa bungkusannya ke kuburan yang saya sudah gali sendiri, dengan tangan saya sendiri sembari keringat membasahi tanahnya.
Sudah dikubur.
Saya tutupi tanahnya, saya cangkul kembali, saya gemburkan. Saya tulis sendiri nisannya. Saya cat. Saya pagari kuburan itu. Saya tinggalkan jejak karena saya pelupa.
Sudah dikubur.
Saya tutupi tanahnya, saya cangkul kembali, saya gemburkan. Saya tulis sendiri nisannya. Saya cat. Saya pagari kuburan itu. Saya tinggalkan jejak karena saya pelupa.
Agar suatu hari saya bisa datang berziarah. Menanyakan “apa kabar” kepada harapan saya? Mendoakan harapan saya agar tenang disana. Meredakan harapan saya yang memang harus segera diistirahatkan.
Istirahat dengan baik ya. Sampai jumpa nanti ku bawakan bunga dan air. Agar kamu tumbuh subur. Tapi tetap dalam peristirahatan.
Komentar
Posting Komentar